Penulis: admin


Sidikalang (Humas). Rohaniawan adalah orang yang mementingkan kehidupan kerohanian yang ahli dalam hal kerohanian, karena dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat, tentunya Rohaniwan ini harus dapat melayani dengan sepenuh hati, begitu pula sebagai rohaniwan dituntut kesiapan diri dalam menjalankan tugas terutama sebagai ASN Kementerian Agama.
Seperti Rohaniwan Islam, Kristen Protestan dan Katolik (Drs. H. Rusin Bancin, Nontaria Sirait, A.Ma, dan Sorang Tumanggor) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi yang bertugas dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan kepada 11 Pimpinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi, yang digelar di Gedung Balai Budaya, Selasa (07/06) sore.
Rohaniawan bertugas mendampingi dan memegang kitab suci berdasarkan kepercayaan pejabat yang dilantik.
Pernyataan tersebut disampaikan salah satu Rohaniwan Kementerian Agama Kabupaten Dairi Nontaria Sirait, usai melaksanakan tugas sebagai Rohaniawan pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan di dilingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi.
“Sumpah yang diucapkan merupakan serangkaian kalimat yang dilafalkan seseorang yang akan mengemban tugas, Sumpah jabatan ini merupakan janji setia untuk tidak melakukan penyimpangan dalam melaksanakan tugas yang diemban,” terang Nontaria Sirait.
Nontaria menambahkan, apabila seseorang yang telah mengucapkan sumpah dan dapat mengimplementasikan dalam masa mengemban tugas sebagai amanah dalam jabatanya, sangatlah ideal untuk menjadi seorang pejabat, di harapkan setelah melafalkan sumpahnya akan dapat membawa amanah yang diberikan kepadanya berjalan dengan baik dan bersih.
“Semoga yang telah di ambil sumpahnya dapat menjalankan tugas dengan semangat kerja dan penuh tanggung jawab ,” Nontaria. (lm)


Sidikalang (Humas). Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi Drs. H. Dunggar Angkat, MM didampingi stafnya, Selasa (30/06) pagi turut mendampingi Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Kabid PHU) Drs. H. Muslim Lubis, MM didampingi Kepala Biro Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan Haji Khusus H. Syafaruddin Lubis, SH, M.Si Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara mendatangi salah satu biro travel di Kabupaten Dairi yang menyelenggarakan paket perjalanan umrah.
Kunjungan kali ini adalah untuk memonitoring biro-biro travel penyeleggara ibadah haji dan umrah sebagai upaya menghindari adanya penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini terkait maraknya isu biro travel yang melakukan penipuan terhadap calon jamaah. Melalui paket murah dan janji manis yang berujung terhadap penipuan dengan gagalnya memberangkatkan calon jamaah.
Biro travel yang dikunjungi adalah PT. Aryanfa Mitra Madani Medan yang terletak di Jalan Empat Lima, Kelurahan Batang Beruh Kecamatan Sidikalang. Disambut langsung oleh pimpinan biro travel, Wasita Dewi Siregar, tim kemudian memulai monitoring dengan memeriksa kelengkapan berkas yang dimiliki oleh PT. Aryanfa Mitra Madani Medan.
Dari hasil monitoring ditemui bahwa saat ini PT. Aryanfa Mitra Madani Medan masih menjadi cabang dari PT. Aryanfa Mitra Madani Medan yang terletak di Medan.
Informasi terkait izin sebagai PPIU, jika biro travel belum memiliki izin sebagai PPIU maka dilarang untuk menerima pendaftaran, memasang spanduk, baliho, merk, dan sejenisnya yang menginformasikan penerimaan calon jamaah umroh serta memberangkatkan jamaah umroh ujar. Muslim Lubis. Selain itu jika perusahaan belum memiliki pengesahana izin kantor cabang agar segera mengurusnya ke Kanwil Kemenag Sumut.
H. Muslim Lubis dan tim serahkan kuisioner yang diisi para karyawan biro travel serta ditandatangani pemilik cabang biro travel. Diskusi dan tanya jawab antar tim monev dan biro travel berlangsung hangat. Komitmen Wasita Dewi Siregar, selaku pimpinan PT. Aryanfa Mitra Madani Medan untuk memenuhi persyaratan dalam mengoperasionalkan biro travelnya kedepan sesuai arahan H. Muslim Lubis dan kasi PHU dan menandatangani berita acara peninjauan. (lm)


Sidikalang (Humas). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi Drs. H. Saidup Kudadiri, MM didampingi Kasubbag TU H. Mahdi Kudadiri, S.Pd.I, MM, Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Drs. H. Dunggar Angkat, MM beserta stafnya menerima kunjungan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Kabid PHU) Drs. H. Muslim Lubis, MM didampingi Kepala Biro Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan Haji Khusus H. Syafaruddin Lubis, SH, M.Si Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara diruang kerjanya, Selasa (30/06).
Kunjungan tersebut adalah selain untuk mempererat tali silaturahmi juga dalam rangka meningkatkan pelayanan Penyelenggaraan Ibadah Haji.
Kabid PHU Muslim Lubis mengatakan pemerintah resmi membatalkan pelaksanaan ibadah haji tahun 1441H./2020M, sebagai efek dari Covid-19 yang mewabah. Kebijakan ini diterapkan kepada seluruh jamaah haji dan menjadi keputusan resmi yang diputuskan pemerintah melalui Menteri Agama RI setelah mempertimbangkan dan melakukan pengkajian mendalam demi menjamin keselamatan seluruh jamaah haji.
Untuk itu Kabid PHU mengharapkan kiranya insan/ASN Kementerian Agama khususnya Kemenag Dairi sedapat mungkin bisa menyampaikan persoalan ini kepada masyarakat sembari memberi pemahaman dan pencerahan terkait persoalan pembatalan haji tahun ini.
Selain itu, Muslim Lubis juga menyampaikan Pelayanan Haji harus tetap berjalan di masa pandemic Covid-19. Meskipun dalam situasi Pandemic Covid-19, PHU harus tetap memberikan pelayanan bagi masyarakat yang ingin mendaftar haji dan lainya. “Memberikan pelayanan menjaga dan mematuhi protokol kesehatan diri pribadi dan orang lain, dengan tetap menggunakan masker, jaga jarak aman dan mencuci tangan sehingga diri kita dan orang lain terhindar dari sebaran Covid-19,atau virus corona” jelasnya.
Sementara itu Kakan Kemenag Dairi mengatakan pihaknya selalu berupaya meningkatkan pelayanan haji di Dairi. Salah satunya adalah mengadakan bimbingan manasik secara mandiri artinya tidak menunggu dana dari BPIH. “Sehingga para jamaah sedikit banyaknya bisa lebih cepat memahami perjalan haji, sebut Kakan Kemenag.
Sementara mengenai protokol kesehatan Kakan Kemenag menyampaikan sampai sejauh ini Kementerian Agama Kabupaten Dairi selalu berusaha dan berupaya mencegah perkembangan Covid-19. Hal ini dapat terlihat ketika pegawai Kemenag melakukan aktivitas kantor dan masyarakat yang melakukan kunjungan selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan mengenakan masker. (lm)


Sidikalang (Humas). Hari Keluarga Nasional ke XXVII (27) Tahun 2020 diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Dairi yang dirangkaikan dengan Bakti Sosial TNI Manunggal KB Kesehatan yang dilaksanakan pada Senin (29/6/2020). Peringatan Hari Keluarga Nasional ke XXVII tersebut dipusatkan di Puskesmas Huta Rakyat Kecamatan Sidikalang.
Dalam arahannya, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan keluarga merupakan titik pusat dari Visi Pemerintah Kabupaten Dairi yakni mewujudkan SDM yang Unggul dimana keluarga yang Unggul untuk menuju Dairi yang Unggul yang diyakini akan mensejahterakan masyarakat dalam harmoni keberagaman di Kabupaten Dairi.
Pada hakekatnya, Hari Keluarga Nasional dikatakan Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu sebagai hari bangkitnya kesadaran untuk membangun keluarga ke arah keluarga kecil yang bahagia, sejahtera melalui program Keluarga Berencana (KB) dan program lainnya.
.
“Ketahanan bangsa kita ketahui ada pada keluarga,
perencanaan bangsa sebagai pilar akan suksesnya bangsa Indonesia ke depan. Tanpa perencanaan keluarga yang matang maka akan sangat sulit bagi kita semua sebagai suatu kesatuan untuk bersaing dengan bangsa bangsa lain” ujar Beliau.
Peringatan Hari Keluarga Nasional dikatakan Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu sebagai ajang untuk kembali menggelorakan dan mensosialisasikan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Dan untuk keberkahan acara, dalam hal ini pembacaan Do’a yang dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi melalui Kasi Bimas Islam Lindung Klaoko, S.Ag. Berikut do’a yang dipanjatkan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional tersebut.
Dalam memperingati Keluarga Nasional ke XXVII ini kami bermunajat kepadamu Jadikanlah anak-anak kami sebagai pewaris kami dan para pendahulu kami, Hidup penuh budi pekerti, memiliki karakter yang baik mampu untuk mengisi dan meneruskan pembangunan yang telah digagasi oleh para pemimpin kami dan senantiasa takarrub kepadamu Illahi Rabbi
Dengan curahan rahmad dan kasih sayangmu semakin mempertinggi rasa empati dan suka memberi, Dengan kekuatan ilmu dan pengetahuan justru semakin rendah hati, sehingga terwujud Kabupaten Dairi yang memiliki SDM yang tinggi dan menjadikan Dairi Unggul yang mensejahterakan Masyarakat dalam harmoni keberagaman.
Seiring dengan Peringatan Hari Keluarga Nasional ke XXVII ini, sekaligus Bhakti Sosial TNI Manunggal KB Kesehatan Kabupaten Dairi, tentunya kami dapat mengikuti kegiatan pencanangan KB-Kesehatan ini dalam keadaan tenteram, damai dan sejahtara adalah berkat kasih dan sayangmu.
Oleh karena itu ya Allah jadikanlah ini sebagai wujud pengabdian kami bersama dengan TNI kepada Bangsa dan Negara khususnya Masyarakat Kabupaten Dairi, jadikan pula lah kegiatan kami ini sebagai salah satu bentuk amal dan ibadah kami kepada Mu ya Rabb, sehingga kami butuh bimbinganmu, memohon perlindungan dari engkau, sekaligus kami mengharapkan kekuatan lahir dan bathin dari-Mu untuk menjalankan kegiatan kami ini, pinta Lindung Kaloko diakhir do’anya. (lm)


Sidikalang (Humas). Bertempat di halaman Musala Simarsar Kuta Raja, Kecamatan Kecamatan Pegagan Hilir, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pegagan Hilir H. Muhammad Sanif, S.HI, M.Ag melantik dan mengukuhkan Pengurus Badan Kemakmuran Mushalla (BKM) Simarsar Periode 2020-2024, Jumat (19/06).

Penetapan Pengurus BKM Al-Badar dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pegagan Hilir Nomor B.46/Kua.09/BA./6/2020 tentang Susunan Pengurus Pengurus Badan Kemakmuran Mushalla (BKM) Simarsar Periode 2020-2024, tertanggal 17 Juni 2020 M / 28 Syawal 1441 H.

Struktur organisasi BKM Simarsar terdiri dari Penasihat, Pengurus Harian yang terdiri dari ketua dan wakil ketua, sekretaris dan wakil sekretaris, bendahara dan wakil berdahara, serta tujuh seksi yaitu seksi Pemakmuran, pendidikan, sosial, perlengkapan/ urusan dalam, pembangunan, kebersihan dan keamanan, dan pembantu umum. Disamping itu juga diisi oleh pelindung dan pembina. Kepengurusan BKM Simarsar periode 2020-2023 dipimpin oleh Asar Manik yang merupakan kepengurusan baru dikarenakan mushalla baru selesai dibuat dan dikerjakan.

Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pegagan Hilir dalam sambutannya usai pengukuhan Pengurus BKM Simarsar periode 2020-2023, mengapresiasi apa yang telah dicapai masyarakat BKM Simassar, dengan kemauan yang kuat mendirikan tempat penghambaan scara berjama’ah dengan keterbatasan jumlah jama’ah yang Cuma terdiri 16 kepala keluarga yang beragama Islam, terpencil, minoritas terletak digugusan bukit barisan.

Muhammad Sanif berharap hal-hal baik harus dapat diwujudkan dan ditingkatkan untuk memakmurkan rumah ibadah ini, “kepada seluruh warga Simarsar untuk mendukung dan membantu pengurus BKM dalam menjalankan tugasnya”, ujarnya.
Pelantikan yang berlangsung dengan suasana kesederhanaan dan haru ditengah keterbatasan warga terpencil dan minoritas, dan turut dihadiri oleh tokoh masyarakat dan warga Simarsar lainnya. (lm/ms).


Sidikalang (Humas). Sejumlah ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi mengikuti serangkaian tes Kesehatan. Tes Kesehatan tersebut dilaksanakan mendeteksi penyakit sejak dini, Rabu (17/06) di aula Kemenag Dairi Jalan pelita Nomor 20 Sidikalang.

Sebagai pelaksana kegiatan dimaksud, yaitu petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Dairi melaui UPT. Puskesmas Batang Beruh Sidikalang. Adapun jumlah total peserta tes sebanyak 30 orang yang terdiri dari seluruh Pejabat Kemenag, para Kasi dan Penyelenggaraan, Staf pada Seksi masing-masing, Penyuluh, Pengawas Pendidikan, dan Pramubhakti Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi.

Serangkaian tes kesehatan yang dikuti oleh ASN Kemenag Dairi diawali dengan pengukuran tinggi badan, ukuran lingkaran pinggang, berat badan, mengukur tekenan darah, hingga cek gula darah. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 12.00 Wib yang ditangani oleh tenaga medis sebanyak 6 orang yang sudah berpengalaman dibidangnya.

dr. Rony mengatakan ketika diwawancara oleh humas, “semua pegawai Kemenag Dairi yang mengikuti tes kesehatan dalam kondisi sehat. Hanya saja sebagaian pegawai termasuk dalam kategori gemuk. Untuk itu kami sarankan untuk lebih banyak melakukan aktivitas/gerak, misalnya jalan santai, senam atau jogging, atai jenis olah raga yang ringan lainnya, tutur dr. Rony

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi Drs. H. Saidup Kudadiri, MM mengatakan, tes kesehatan ini sangat bermanfaat untuk pegawai Kemenag Dairi, selain untuk mengetahui kondisi kesehatan juga sebagai edukasi untuk pegawai betapa pentingnya menjaga kesehatan.

“Jika kondisi tubuh kita prima, maka kita siap melaksanakan aktivitas dalam bentuk apapun, ujar Kakan Kemenag. (lm)


Sidikalang (Humas). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi menggelar rapat khusus bersama pimpinan Pondok Pesantren menjelang diterapkannya kebijakan normal baru atau new normal di tengah wabah virus corona ini. Rapat digelar diaula Kemenag, Kamis (18/06).

Kakan kemenag menyampaikan lanjut kesiapan pesantren menjalankan new normal harus betul-betul extra karena sebagian besar kondisi sarana dan prasaran pesantren belum memenuhi standar kesehatan terlebih protokol Covid-19.

Untuk memulainya tatanan baru nantinya, pondok pesenatren harus mempersiapkan, Alat pelindung Diri (ADP) untuk guru yang tidak mondok atau dari luar, alat rapid test, hand sanitizer, dan masker. Juga harus melakukan penyemprotan disinfektan seluruh area Ponpes mulai dari tempat belajar, masjid, asrama, MCK tanpa terkecuali, tegas Kakan Kemenag.

Hal ini kita lakukan guna meproteksi dan menghadang laju penyebaran Covid-19, sehingga santri yang akan masuk pondok pesantren benar terbebas dari Covid-19.

Kakan Kemenag juga mengimbau kepada pihak ponpes agar melakukan koordinasi dengan Dinas kesehatan.

Dan yang terakhir menurutnya, pondok pesantren agar bisa menyediakan dan melengkapi protokol kesehatan dengan mempersiapkan skenario atau peraturan-peraturan yang dapat menunjang penerapan new normal.

Namanya juga new normal, yang artinya tatanan baru. Batasi jumlah pengunjung yang masuk dan tetap menjalankan protokol kesehatan. Mari berdoa semoga wabah ini segera berakhir sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan seperti sedia kala, pungkas Kakan Kemenag.

Berdasarkan informasi penerapan new normal untuk pondok pesantren dijadwalkan pada 18 Juli mendatang. Penerimaan santri dilakukan secara bertahap yang terbagi kedalam empat yahap yaitu, tahap pertama sebanyak 25%, tahap kedia 50 persen dan tahap ketiga sebanyak 75% serta tahap keempat 100%.

Rapat khusus ini juga turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam, Ketua Yayasan, Kepala Pondok Pesantren, serta Kepala MIS, MTs dan MA. (lm)


Sidikalang (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pegagan Hilir H. Muhammad Sanif, S.HI, M.Ag menghadiri Pelantikan Pengurus Majelis Ta’lim Al-Huda desa Kuta Raja pada hari Jum’at (19/06/) bertempat di halaman Masjid Al-Huda desa Kuta Raja.

Acara tersebut selain dihadiri oleh pengurus majelis ta’lim juga hadir pengurus BKM, penyuluh dan pramu bhakti KUA Kecamatan Pegagan Hilir serta para undangan yang hadir dengan turut menyaksikan prosesi Pelantikan dan Pengukuhan Kepengurusan Majelis Ta’lim Al-Huda desa Kuta Raja periode 2020-2024 dengan komposisi ketua Saparila Berutu, sekretaris Ubaria Kaloko dan Bendahara Busro Manik dan puluhan jama’ah pengajian sebangai anggota oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pegagan Hilir H. Muhammad Sanif, S.HI, M.Ag sekaligus memberikan sambutan pada acara tersebut.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pegagan menyampaikan bahwa keberadaan dan peran majelis ta’lim dewasa ini adalah sebagai sarana dakwah dan tempat pengajaran ilmu-ilmu ke-Islaman yang telah menjadi pilihan para pegiat dakwah sebagai sarana paling efektif dalam melanjutkan tradisi penyampaian pesan-pesan agama ke tengah-tengah umat tanpa terikat oleh suatu kondisi maupun waktu.

Lebih lanjut Muhammad Sanif mengatakan bahwa keberadaan lembaga ini diharapkan menjadi sarana pembinaan moral spiritual serta menambah pengetahuan ke-Islaman dilingkungan desa Kuta Raja guna meningkatkan kualitas sumber daya muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Untuk itu diakhir sambutannya Muhammad Sanif berpesan kepada pengurus majelis ta’lim yang baru dilantik agar lewat wadah ini diharapkan dapat menjadi wahana interaksi dan komunikasi antara masyarakat awam dengan para mualim, dengan para ulama dan umara serta antara sesama jamaah majelis ta’lim itu sendiri. Sekat-sekat strata sosial lebur dalam situasi dan kondisi kepentingan dan hajat untuk bersama-sama mengikuti kegiatan pengajian yang diselenggarakan di majelis ta’lim ini dengan memaksimalkan peran dan fungsi majelis ta’lim. (lm/ms)


Sidikalang (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pegagan Hilir H. Muhammad Sanif, S.HI, M.Ag melantik pengurus Badan Kemakmuran Masjid Al-Huda desa Kuta Raja pada hari Jum’at (19/06) bertempat di halaman Masjid Al-Huda desa Kuta Raja.

“Saya ucapkan selamat, selamat bekerja dan melaksanakan tugasnya untuk memakmurkan masjid, mengurus rumah Allah adalah amal ibadah yang tinggi, membangunnya saja sudah memberikan manfaat yang besar untuk kita semua, apalagi bila kita merawatnya dengan baik,” katanya.
Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pegagan Hilir tersebut pun mengapresiasi kepedulian seluruh jama’ah yang bergotong royong melakan pembangunan Masjid Al-Huda desa Kuta Raja setelah sekian lama berjuang dengan kesungguhan.

“Tadi Bapak ketua BKM terpilih Bapak Ali Imran Manik telah menyampaikan bahwa masjid ini sudah bisa digunakan, walaupun belum 100 % siap, saya sangat apresiasi, dimana kebersamaan dan gotong royong serta kemauan yang tinggi dapat mewujudkan membangun masjid di kampung m ini,” puji Jusuf Kalla.
Ia juga menyampaikan, hidup di negera yang mayoritas muslim dan damai adalah suatu berkah yang patut disyukuri walaupun khususnya desa Kuta Raja merupakan daerah terpencil dan minoritas.

“Kita harus bersyukur karena Indonesia ini diberikan berkah dengan mayoritas muslim dengan kehidupan beragama yang damai, beberapa masjid dibangun lewat swadaya masyarakat, di dunia ini hanya ada dua yang melakukan itu Indonesia dan Pakistan, selebihnya di beberapa negara pemerintah lah yang membangun masjid,” ujarnya.
Muhammad Sanif menaruh harapan kepada para pengurus yang baru dilantik untuk terus berupaya memakmurkan masjid.
“Dengan dilantiknya pengurus BKM ini, Makmurnya masjid akan membuat masyarakat kampung ini juga akan makmur. Dengan makmurnya kampung ini, bermartabatlah kampung ini. Kuta Raja Bermartabat Indonesia pun akan maju,” katanya.

Ia juga mengharapkan agar masjid tidak hanya sekadar tempat beribadah, tetapi juga menjadi tempat menyelesaikan masalah umat.
“Ke depannya, masjid merupakan tempat untuk melepas kekisruhan, menyelesaikan masalah umat, ke depan kita harap semua masjid menjadi tempat yang paripurna, sehingga maindset umat Islam bisa tertarik untuk meramaikan masjid,” katanya.
Kepengurusan Badan Kemakmuran Masjid Al-Huda desa Kuta Raja yang baru ini dikomandoi oleh Ali Imran Manik selaku ketua, Abdul Ghani Manik selaku wakil ketua, Jawardi Munthe selaku sekretaris dan Karib Boang Manalu selaku Bendahara serta ditambah dengan seksi-seksi lainnya.

Acara pelantikan diikuti dan dihadiri dengan antusias dengan suasana keakraban dari seluruh jamaah, pengajian dan perwiritan kaum ibu desa tersebut mengikuti aturan protokoler kesehatan ditengah masa pandemi covid-19. (lm/ms).


Sidikalang (Humas). Kepala KUA Kecamatan Pegagan Hilir H. Muhammad Sanif, S.HI, M.Ag kembali menyelenggarakan safari dakwah bertajuk pembinaan keluarga sakinah. Pada kesempatan ini Majelis Ta’lim An-Nur yang dikunjungi Kepala KUA Kecamatan Pegagan Hilir. Pengajian rutin Jum’atan bertajuk Komitmen Orang Tua Dalam Mendidik Anak di Era Digital. Pengajian digelar di desa Lingga Tengah Jumat (19/06/2020).

Di hadapan segenap seluruh jama’ah, Muhammad Sanif mengemukankan, hakekat sebuah kehidupan rumah tangga yang sakinah terletak pada realisasi atau penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan berumah tangga yang bertujuan mencari ridho Allah subhanahu wata’ala.

Dalam tausiahnya, Muhammad Sanif membedah persoalan keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, membangun rumah tangga itu harus memegang prinsip “Sajuta” yaitu sabar, jujur dan taat. Sabar artinya seorang istri harus sabar menjadi seorang ibu rumah tangga mengurusi suami dan anak-anaknya. Jujur, artinya suami istri harus saling terbuka dan saling menghargai sifat dan adat masing-masing. Sedangkan taat artinya seorang istri harus patuh terhadap suami. “Keharmonisan rumah tangga dibangun oleh sebuah komitmen bersama antara suami istri bahwa berumah tangga adalah semata-mata untuk ibadah dan bukan untuk hawa nafsu”, paparnya.

Ia juga menjelaskan, memeroleh keharmonisan rumah tangga dapat dicapai dengan memahami peran masing-masing anggota keluarga. Semua anggota keluarga harus menyadari kewajiban, yakni menjaga hal positif dan menghindari faktor negatif yang dapat menurunkan kualitas penghambaan kepada Allah azza wajalla .

“Salah satu sorotan penting dalam kajian ini adalah bahaya ketergantungan dan frekuensi berlebihan dalam menggunakan gadget”. “Gadget seolah sudah jadi anggota keluarga tambahan. Sang ayah, sibuk menjawab whatsapps dari pelanggan dan rekan kerja. Ibu sibuk ber-facebook atau buat status baru. Anak sulung sibuk dengan instagram, saat komunikasi tidak lagi memahami gestur dengan seksama, maka akan lahir lah sikap acuh tak acuh dalam keluarga kelak jadi cikal bakal kurang harmonisnya keluarga, ini adalah fenomena yang terjadi masa ini,” papar Muhammad Sanif.

Mengakhiri tausiahnya, Kepala KUA Kecamatan Pegagan Hilir ini, mengajak kepada seluruh jama’ah yang hadir tentang pentingnya membina keluarga berlandaskan pedoman agama. Ajaran Islam dan sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah memberikan teladan dalam membina keluarga. Mengingat setiap umat manusia akan dimintai pertanggungjawabannya di hari akhir. Gunakan kecanggihan teknologi untuk hal-hal yang positif, senantiasa mengadakan pengawasan kepada anak keturunan kita dalam mengguna gadget dan media sosial. (lm/ms)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com